September 26, 2020

Informasi Panduan Slot Online | Judi Bola | Togel DLL

Selamat datang di Generalchat, slot panduan informasi online, judi bola, kasino, togel. Pelaporan langsung, ulasan ruang poker online, tutorial strategi, freerolls dan bonus.

Pemain Polandia Terbaik Sepanjang Sejarah

Polandia adalah salah satu kuda hitam di dunia persepakbolaan Eropa.

Negara ini memang masih belum memenangkan prestasi tingkat internasional, namun secara periodikal selalu menghasilkan pemain-pemain bola berkualitas seperti Zbigniew Boniek, Grezegorz Lato, Jerzy Dudek, Robert Lewandowski dan masih banyak lagi.

Para pemain Polandia tersebut tak hanya bersinar di level tim nasional.

Beberapa dari mereka menjadi andalan di klub masing-masing dan memenangkan berbagai penghargaan prestisius.

Dalam artikel ini, Generalchat akan memberikan daftar pemain Polandia terbaik sepanjang masa. Berikut artikelnya:

Euzebiusz Smolarek

Euzebiusz “Ebi” Smolarek adalah seorang striker yang bisa bermain sebagai seorang winger, aktif bermain di timnas Polandia dalam periode 2002-2010.

Smolarek dikenal sebagai seorang pemain yang cepat, lincah, dan cerdas.

Pemain ini dibina oleh Feyenoord Youth Academy dan sempat bermain untuk beberapa klub di berbagai negara seperti Borussia Dortmund, Racing Santander, dan Bolton Wanderers.

Prestasi individu terbaiknya adalah terpilih sebagai Polish Footballer of the Year tiga tahun berturut-turut dari 2005 hingga 2007.

Emmanuel Olisadebe

Emmanuel Olisadebe adalah seorang striker yang lahir di Nigeria namun memiliki kewarganegaraan Polandia.

Pemain ini berpindah kewarganegaraan saat bermain untuk klub Polonia Warsawa dan masuk dalam skuad timnas Polandia di Piala Dunia judi online 2002.

Prestasi terbaiknya adalah membawa Polonia Warsawa memenangkan treble winners di tahun 2000.

Ia juga sempat bermain untuk klub Yunani, Panathinaikos selama empat tahun dan berhasil meraih dua gelar juara Superleague Greece.

Wojciech Szczesny

Szczesny adalah seorang pemain yang dipercaya menjadi penjaga gawang pertama Arsenal ketika masih berusia 20 tahun.

Ia dibeli klub ini sejak berusia remaja dan dibina oleh Youth Academy Arsenal.

Karirnya sebagai penjaga gawang nomor satu Arsenal dimulai di tahun 2010, di mana Szczesny berhasil mengalahkan kompetitornya, Manuel Almunia dan Lukasz Fabianski.

Sejak saat itu, ia juga mulai reguler dipanggil untuk bergabung dengan skuad timnas Polandia.

Ernest Pohl

Ernest Pohl adalah seorang striker legendaris timnas Polandia yang bermain dalam periode 1952-1967.

Ia memegang rekor sebagai top skorer sepanjang masa Liga Polandia, dengan total 186 gol.

Catatan golnya bersama timnas Polandia juga cukup bagus, di mana ia berhasil mencetak 39 gol dari 46 pertandingan.

Penampilan terbaiknya terjadi dalam pertandingan Olimpiade 1960, di mana ia berhasil mencetak enam gol dalam satu pertandingan melawan Tunisia, membuat negaranya menang dengan skor 6-1.

Kazimierz Deyna

Aktif dalam periode 1968-1978, Deyna dianggap sebagai salah satu playmaker terbaik di Eropa pada masanya dan Pemain Polandia Terbaik.

Prestasi terbaiknya terjadi di tahun 1972, di mana ia membantu negaranya memenangkan Olimpiade dan menjadi top skorer terbaik sepanjang masa.

Pada tahun 1974, Deyna menduduki peringkat ketiga dalam penghargaan Ballon d’Or di bawah Johan Cruyff dan Franz Beckenbauer.

Pemain ini mengakhiri karirnya sebagai pesepakbola profesional di Liga Amerika Serikat, di San Diego Sockers.

Maciej Zurawski

Zurawski adalah seorang striker Polandia yang menjalani karir gemilang bersama Wisla Krakow dan Glasgow Celtic dalam periode 1999-2008.

Di Wisla Krakow, ia memenangkan lima gelar Ekstraklasa (Divisi Teratas Liga Polandia) dan dua kali menjadi top skorer turnamen ini.

Karirnya di Celtic juga cukup bagus, di mana Zurawski bermain bersama striker-striker hebat seperti Jon Hartson, Jan Vennegoor of Hesselink, dan Dion Dublin.

Di klub ini ia mendapat julukan “Magic Zurawski” dan berhasil memenangkan dua gelar Liga Skotlandia.

Wlodzimierz Lubanski

Lubanski adalah pemain yang memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak timnas Polandia sepanjang masa, dengan total 48 gol dari 72 penampilan.

Pertandingan paling spektakulernya bersama timnas Polandia terjadi di tahun 1969, di mana Lubanski mencetak lima gol dan membawa negaranya mengalahkan Luksemburg dengan skor 8-1.

Walaupun sangat produktif dalam mencetak gol, ia tidak terlalu terkenal karena belum pernah bermain untuk klub besar di Liga Eropa.

Jakub Blaszczykowski

Blaszczykowski adalah seorang gelandang sayap yang mulai dikenal publik internasional saat bermain untuk Borussia Dortmund.

Ia mengawali debutnya di Dortmund pada tahun 2007 dan berhasil memukau para penggemar sepakbola karena memiliki kecepatan lari yang tinggi dan kemampuan dribbling yang bagus.

Bersama rekan satu negaranya, Robert Lewandowski, Blaszczykowski membantu Dortmund memenangkan dua gelar Bundesliga.

Ernest Wilimowski

Ernest Wilimowski adalah seorang pemain yang bermain dalam periode Perang Dunia II, dari tahun 1939 hingga 1955.

Ia sangat produktif dalam mencetak gol.

Konon, Wilimowski berhasil mencetak lebih dari 1.100 gol sepanjang karirnya.

Wilimowski juga menjadi pemain pertama yang mampu mencetak empat gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.

Ia mencatat prestasi tersebut di Piala Dunia 1938, di mana negaranya kalah dari Brazil dengan skor 5-6.

Sepanjang karirnya, Wilimowski mencetak 21 gol dari 22 penampilan bersama timnas Polandia.

Artur Boruc

Artur Boruc menjalani periode terbaik dalam karirnya ketika bermain untuk Glasgow Celtic dalam periode 2005-2010.

Di klub ini, ia menunjukkan penampilan gemilang sebagai seorang penjaga gawang sehingga mendapat julukan “The Holy Goalie.”

Selama lima tahun bergabung bersama Celtic, Boruc memenangkan tiga gelar Liga Skotlandia.

Ia memulai debutnya sebagai penjaga gawang nomor satu timnas Polandia pada tahun 2004.

Jerzy Dudek

Polandia dikenal memiliki banyak penjaga gawang berkualitas. Selain Szczesny, Fabianski, dan Boruc; masih ada sosok yang lebih hebat, yaitu Jerzy Dudek.

Dudek adalah salah satu pemain dengan peran terbesar yang membantu Liverpool menjuarai Liga Champions 2005.

Ia tampil gemilang dalam pertandingan final, memimpin timnya mengalahkan AC Milan melalui adu penalti.

Dalam pertandingan tersebut, Dudek berhasil menggagalkan tendangan dua bintang Milan, Andrea Pirlo dan Andriy Shevchenko.

Michal Zewlakow

Bermain dalam periode 1999-2011, Zewlakow memegang rekor sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak untuk timnas Polandia.

Defender ini menjadi andalan lini belakang negaranya di dua turnamen besar, Piala Dunia 2002 dan 2006.

Karir Zewlakow di level klub juga cukup baik, di mana ia memenangkan satu gelar Liga Polandia bersama Legia Warsaw, dua gelar Liga Belgia bersama Anderlecht, dan tiga gelar Liga Yunani bersama Olympiakos FC.

Grzegorz Lato

Grzegorz Lato menunjukkan permainan menawan dalam Piala Dunia 1974, di mana ia berhasil menjadi top skorer turnamen sekaligus membantu negaranya menduduki tempat ketiga.

Ia kembali membawa negaranya mencapai tempat ketiga di Piala Dunia 1982 dan memenangkan medali emas dalam Olimpiade 1972.

Lato sebenarnya bukanlah seorang striker murni, melainkan seorang winger dengan naluri mencetak gol yang sangat tinggi.

Sepanjang karirnya, ia mencetak 45 gol dari 100 pertandingan bersama timnas Polandia.

Robert Lewandowski

Lewandowski adalah seorang striker Polandia kelahiran tahun 1988 yang sudah dianggap sebagai salah satu pemain terbaik Borussia Dortmund sepanjang masa.

Ia memulai debutnya untuk Dortmund di tahun 2010 setelah bermain gemilang di klub Polandia, Lech Poznan.

Sejauh ini, Lewandowski sudah mempersembahkan dua gelar Bundesliga dan satu trofi DFB Pokal untuk Dortmund.

Ia juga tiga tahun berturut-turut terpilih sebagai Polish Player of the Year dari tahun 2011 hingga 2013.

Zbigniew Boniek

Zbigniew Boniek adalah salah satu gelandang menyerang dan second striker terbaik pada masanya dan termasuk Pemain Polandia Terbaik.

Ia bermain untuk timnas Polandia dalam periode 1982-1988, membawa negaranya menduduki peringkat ketiga dalam Piala Dunia 1982.

Selepas penampilan gemilangnya di turnamen Piala Dunia tersebut, Boniek pindah ke klub raksasa Italia, Juventus.

Di Juventus, ia memenangkan satu gelar Liga Italia, satu trofi Coppa Italia, satu Piala Champions, satu Intercontinental Cup, dan satu Winners’ Cup.

Setelah tiga tahun bermain untuk Juventus, Boniek pindah ke AS Roma, di mana ia memenangkan satu trofi Coppa Italia sebelum pensiun di tahun 1988.