August 6, 2020

Informasi Panduan Slot Online | Judi Bola | Togel DLL

Selamat datang di Generalchat, slot panduan informasi online, judi bola, kasino, togel. Pelaporan langsung, ulasan ruang poker online, tutorial strategi, freerolls dan bonus.

Kiper Italia Terbaik Sepanjang Masa

Kiper Italia Terbaik Sepanjang Masa

Situs slot online – Berbicara tentang kiper atau penjaga gawang, tentu saja kita tak bisa melupakan Italia.

Italia adalah sebuah negara yang telah menghasilkan puluhan kiper kelas dunia.

Beberapa dari mereka bahkan dianggap sebagai yang terbaik sepanjang masa.

Bahkan, para penjaga gawang ini juga mencatat berbagai rekor dan prestasi yang sangat luar biasa.

Siapa sajakah kiper terbaik Italia sepanjang masa?

Dengan mempertimbangkan prestasi tim, penghargaan individual, dan kemampuan menjaga gawang, maka Generalchat membuat daftar ini.

Dari semua kiper italia di bawah ini, yang manakah favorit anda dan yang terbaik?

Lorenzo Buffon

Lorenzo Buffon adalah seorang penjaga gawang yang bermain selama 15 musim di Serie A bersama beberapa klub, seperti AC Milan, Inter Milan, dan Fiorentina.

Prestasi terbaik Buffon dilalui ketika ia bermain bersama AC Milan dari tahun 1949 hingga 1959 di mana ia berhasil memenangi empat gelar Serie A. Lorenzo adalah saudara jauh dari Gianluigi Buffon, salah satu penjaga gawang modern terbaik yang masih bermain hingga saat ini.

Marco Amelia

Marco Amelia mengawali karirnya bersama AS Roma sebelum ia pindah ke Livorno pada tahun 2001.

Di Livorno, ia mendapat banyak kesempatan tampil dan membuktikan ketangguhannya dalam menjaga gawang.

Di klub tersebut, Amelia bermain selama tujuh musim.

Yang lebih hebat lagi, selama periodenya di Livorno, Amelia sempat mencetak tiga gol.

Prestasi terbaik yang pernah diraih Amelia adalah menjadi juara Serie A musim 2010-2011.

Aldo Olivieri

Aldo Olivieri adalah seorang penjaga gawang yang berkarir sebagai seorang pemain profesional dari tahun 1929 hingga 1946.

Karena tubuhnya yang relatif pendek untuk penjaga gawang (hanya 178 sentimeter), ia dijuluki sebagai “Little Hercules.”

Pemain ini juga menjadi penjaga gawang skuad tim nasional Italia yang menjuarai turnamen Piala Dunia 1938.

Setelah pensiun, ia sempat menjadi manajer untuk berbagai klub besar Italia, seperti Inter Milan, Udinese, dan Juventus.

Luca Marchegiani

Luca Marchegiani adalah bagian dari dream team Lazio yang dibentuk di akhir tahun 90-an di bawah kepemimpinan pelatih Sven Goran Eriksson.

Pada periode tersebut, Lazio merupakan perombakan tim besar-besaran dan membeli banyak pemain.

Walaupun demikian, posisi Marchegiani sebagai penjaga gawang nomor satu sama sekali tidak tergoyahkan.

Selain memenangkan scudetto musim 1999-2000, Marchegiani juga menjuarai tiga trofi Coppa Italia dan satu trofi Piala Winners.

Giovanni Galli

Giovanni Galli adalah seorang penjaga gawang yang menghabiskan sebagian besar karirnya untuk Fiorentina dan AC Milan.

Ia bermain cukup konsisten di Fiorentina selama enam musim, mencatatkan total 259 penampilan.

Di tahun 1986, ia bergabung bersama AC Milan di mana ia memenangkan dua trofi Piala Champions dan satu gelar Serie A.

Walaupun bersinar di level klub, Galli sangat jarang mendapat kesempatan bermain di level tim nasional karena selalu menjadi cadangan Dino Zoff dan Walter Zenga.

Federico Marchetti

Federico Marchetti saat ini bermain di Lazio.

Kiper ini memiliki kontribusi yang cukup besar untuk tim nasional Italia di Piala Dunia 2010, di mana ia tampil dalam tiga pertandingan menggantikan Gianluigi Buffon yang sedang cedera.

Marchetti mengawali karirnya di Torino pada tahun 2002, dan selama tujuh tahun setelah itu ia terus menerus dipinjamkan dan ditransfer ke klub-klub kecil Italia.

Baru di tahun 2008 ia berkesempatan untuk tampil sebagai penjaga gawang klub Serie A, Cagliari, di mana ia bisa menunjukkan kemampuan sesungguhnya.

Morgan De Sanctis

De Sanctis adalah seorang penjaga gawang yang mulai dikenal sejak bermain untuk Udinese di tahun 2002.

Pemain ini sebelumnya sudah bergabung bersama Udinese sejak tahun 1999, namun selalu menjadi cadangan kiper utama, Luigi Turci.

Setelah menjalani lima musim yang cukup gemilang bersama Udinese, De Sanctis memutuskan untuk keluar dari Italia dan bermain bersama Sevilla dan Galatasaray.

Prestasi terbaik pemain ini adalah memenangkan satu Piala Super Turki tahun 2008 dan satu Coppa Italia tahun 2012.

Gianpiero Combi

Gianpiero Combi menghabiskan seluruh 13 tahun karirnya sebagai pemain profesional bersama Juventus, dari tahun 1921 hingga 1934.

Pemain ini menjadi penjaga gawang utama tim nasional Italia yang menjuarai turnamen World Cup 1934.

Combi dianggap sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dunia di tahun 1930-an, bersama Frantisek Planicka (Cekoslovakia) dan Ricardo Zamora (Spanyol). Bersama Juventus, Combi memenangkan lima gelar Serie A.

Angelo Peruzzi

Angelo Peruzzi adalah kiper utama Juventus yang membawa klub ini berjaya di tahun 90-an.

Ia tampil sebanyak 209 kali, memenangkan tiga gelar Serie A dan satu trofi Liga Champions.

Tak hanya itu, ia juga tiga kali memenangkan penghargaan tahunan Penjaga Gawang Terbaik Italia.

Peruzzi mengakhiri karirnya bersama Lazio di tahun 2007.

Saat ini, ia bekerja sebagai asisten pelatih Sampdoria dan asisten pelatih timnas Italia U-21.

Francesco Toldo

Francesco Toldo adalah seorang penjaga gawang yang sangat dipuji karena penampilannya yang luar biasa di Euro 2000 bersama tim nasional Italia.

Dalam pertandingan semifinal melawan Belanda, total Toldo berhasil menyelamatkan tiga tendangan penalti.

Ia tercatat sebagai salah satu pemain Fiorentina terbaik sepanjang masa, sebelum pindah ke Inter Milan di tahun 2001.

Bersama Inter, Toldo menjuarai lima gelar Serie A dan satu trofi Liga Champions.

Gianluca Pagliuca

Pagliuca menghabiskan 20 tahun karirnya sebagai pesepakbola profesional dengan bermain untuk tiga klub Serie A, Sampdoria, Inter Milan, dan Bologna.

Ia menunjukkan penampilan yang cukup menawan bersama Sampdoria, dengan memenangi satu gelar scudetto dan tiga trofi Coppa Italia.

Di Piala Dunia 1994, Pagliuca tampil sebagai penjaga gawang utama timnas Italia.

Ia membuat rekor sebagai penjaga gawang pertama di dunia yang menggagalkan tendangan penalti di babak final turnamen World Cup.

Enrico Albertosi

Enrico Albertosi bermain dari tahun 1958 hingga 1984.

Di level klub, ia bermain untuk tiga klub Serie A, Fiorentina, Milan, dan Cagliari.

Pemain ini merupakan penjaga gawang timnas Italia di Piala Dunia 1970, di mana ia berhasil membawa timnya menjadi runner-up.

Albertosi juga melakukan sebuah penyelamatan yang luar biasa dalam pertandingan melawan Jerman Barat di turnamen tersebut.

Sepanjang karirnya, Albertosi berhasil memenangkan dua gelar Serie A yang ia raih bersama Cagliari dan AC Milan.

Gianluigi Buffon

Buffon adalah kiper terbaik Italia yang masih aktif bermain hingga saat ini.

Sebagai seorang penjaga gawang, kehebatan Buffon sudah terlihat saat masih berusia muda.

Ia sudah dipercaya menjadi penjaga gawang klub Serie A, Parma, saat masih berusia 17 tahun.

Kehebatannya dalam mengawal mistar gawang membuat Buffon dianugerahi penghargaan sebagai “Penjaga Gawang Terbaik Abad Ke-21” oleh IFFHS.

Selain menjuarai World Cup 2006 bersama timnas Italia, Buffon juga membawa Juventus memenangkan gelar Serie A sebanyak empat kali.

Walter Zenga

Walter Zenga adalah penjaga gawang utama tim nasional Italia di pertengahan tahun 1980-an hingga awal 1990-an.

Pemain ini bermain selama 12 tahun untuk Inter Milan dan berhasil memenangkan satu gelar Serie A dan dua trofi Piala UEFA.

Musim terbaik Zenga terjadi pada periode 1986-1987, di mana ia hanya kebobolan 17 gol dari 30 pertandingan di kompetisi Serie A.

Hal ini membuat Zenga dipercaya menjadi kiper nomor satu timnas Italia di turnamen Euro 1988 dan World Cup 1990.

Dino Zoff

Dino Zoff adalah kiper Italia terbaik sepanjang masa. Sepanjang 22 tahun karirnya sebagai pesepakbola profesional, Zoff bermain sebanyak 112 kali untuk tim nasional Italia.

Ia membawa negaranya menjuarai World Cup 1982 dan Euro 1968.

Di level klub, Zoff juga mencatat berbagai prestasi gemilang bersama Juventus, dengan memenangkan enam gelar Serie A situs slot online indonesia.

Setelah pensiun, Zoff berkarir menjadi pelatih dan sempat membawa timnas Italia menjadi runner-up turnamen Euro 2000.