September 28, 2020

Informasi Panduan Slot Online | Judi Bola | Togel DLL

Selamat datang di Generalchat, slot panduan informasi online, judi bola, kasino, togel. Pelaporan langsung, ulasan ruang poker online, tutorial strategi, freerolls dan bonus.

Gelandang Barcelona Terbaik Sepanjang Sejarah

Gelandang Barcelona Terbaik Sepanjang Sejarah

Salah satu faktor yang membuat Barcelona menjadi klub sepakbola tersukses di dunia adalah kehadiran para gelandang berkualitas yang memperkuat lini tengah mereka.

Gelandang ini memiliki berbagai macam peran, mulai dari sebagai pengatur serangan, perusak pola permainan lawan, hingga pemberi umpan-umpan matang pada para striker.

Siapa sajakah gelandang Barcelona yang layak masuk dalam daftar terbaik sepanjang masa?

Pertanyaan inilah yang akan kami jawab dalam artikel Generalchat berikut.

Di sini, kami akan merangkum nama-nama pemain tengah terhebat yang pernah membela Barcelona sejak klub ini pertama kali didirikan.

Jose Mari Bakero

Jose Mari Bakero adalah seorang pemain yang memperkuat Barcelona selama sembilan tahun, dari tahun 1988 hingga 1997.

Di awal karirnya, Bakero berposisi sebagai seorang penyerang.

Namun, karena produktivitasnya tidak terlalu bagus, ia diinstruksikan untuk mencoba posisi baru sebagai seorang gelandang menyerang.

Posisi ini ternyata sangat sesuai untuk Bakero, karena ia memiliki naluri seorang playmaker yang sangat bagus.

Bakero bermain sebanyak 260 kali dan mencetak 72 gol untuk Barcelona.

Deco

Deco adalah gelandang tengah asal Portugal yang membawa Barcelona memenangi banyak gelar.

Pemain ini ditransfer dari FC Porto setelah membawa klub tersebut menjuarai Liga Champions musim 2003-2004.

Di Barcelona, Deco kembali memenangkan trofi Liga Champions di tahun 2006. Bersama Barcelona, Deco juga memenangkan dua gelar La Liga dan dua trofi Copa Del Rey.

Ia juga terpilih sebagai pemain terbaik dalam turnamen FIFA World Cup tahun 2006.

Michael Laudrup

Michael Laudrup adalah seorang gelandang asal Denmark yang menjadi bagian generasi emas Barcelona tahun 90-an, di bawah kepemimpinan pelatih Johann Cruyff. Bersama dengan Guardiola, Hristo Stoichkov, dan Ronald Koeman, Laudrup membuat Barcelona menjadi klub terkuat di dunia pada masanya. Ia memenangi empat gelar La Liga, satu trofi Piala Champions, dan satu trofi Copa Del Rey. Bersama Barcelona, Laudrup bermain dalam 167 pertandingan dan mencetak 49 gol.

Cesc Fabregas

Fabregas adalah produk asli akademi La Masia yang justru terlebih dahulu bersinar di luar Barcelona.

Ia menjadi salah satu pemain terbaik Arsenal dalam periode 2003 hingga 2011, di mana ia sempat mencatat rekor sebagai kapten termuda Arsenal.

Melihat penampilannya yang luar biasa, Barcelona memutuskan untuk membeli kembali Fabregas dengan nilai transfer yang cukup mahal.

Di Barcelona, Fabregas tak hanya sering dimainkan sebagai gelandang, namun juga sebagai second striker.

Ronald Koeman

Ronald Koeman mungkin lebih sering bermain sebagai bek tengah, namun dalam beberapa kesempatan, ia juga dipasang sebagai gelandang bertahan.

Sebagai seorang pemain bertahan, Koeman sangat produktif dalam mencetak gol, terutama melalui bola-bola mati.

Tendangan bebas dan tendangan penaltinya menjadi sesuatu yang menakutkan bagi kiper lawan karena selalu dieksekusi dengan tendangan yang sangat keras.

Bersama Barcelona, Koeman bermain dalam 192 pertandingan dan mencetak 67 gol.

Luis Figo

Luis Figo adalah salah satu pemain sayap terbaik di dunia yang pernah bermain untuk Barcelona.

Ia memperkuat El Barca selama lima tahun, dalam periode 1995-2000.

Figo memiliki skill yang sangat tinggi dan kemampuan dribbling yang sering merepotkan defender lawan.

Setelah bermain dengan sangat bagus di Barcelona, Real Madrid pun tertarik untuk membeli Figo.

Tak tanggung-tanggung, nilai transfer sebesar 60 juta Euro yang diajukan Madrid sempat membuat Figo menjadi pemain termahal di dunia.

Phillip Cocu

Phillip Cocu adalah seorang pemain serba bisa.

Posisi utamanya adalah gelandang bertahan, namun ia bisa bermain sebagai playmaker, gelandang sayap, bek tengah, bahkan penyerang.

Pemain ini bermain untuk Barcelona selama enam tahun, dari 1998 hingga 2004.

Prestasi terbaiknya adalah membawa Barcelona menjuarai La Liga pada musim 1998-1999.

Sepanjang karirnya, Cocu bermain 205 kali untuk El Barca dan mencetak 31 gol.

Bernd Schuster

Schuster adalah seorang gelandang menyerang yang sangat produktif dalam mencetak gol.

Dari 170 penampilan bersama Barcelona, ia mencetak 63 gol.

Schuster juga merupakan bagian tim nasional Jerman yang memenangi Euro 1980.

Setelah tampil gemilang selama delapan tahun bersama Barcelona, Schuster pindah ke Real Madrid.

Tak disangka, bersama Madrid ia justru lebih sukses memenangi berbagai trofi, di antaranya adalah dua titel La Liga dan satu trofi Copa Del Rey.

Luis Enrique

Sama seperti Philip Cocu, Enrique adalah seorang pemain serba bisa.

Gelandang asal Spanyol ini ditransfer dari Real Madrid pada tahun 1996 dan langsung menjadi salah satu pemain vital di Barcelona.

Posisi utamanya adalah gelandang tengah, namun Enrique sering dimainkan sebagai winger ataupun striker.

Sepanjang delapan tahun berkarir bersama Barcelona, Enrique bermain sebanyak 207 kali dan mencetak 73 gol.

Ia juga memenangkan dua gelar La Liga dan dua gelar Copa Del Rey.

Rivaldo

Rivaldo adalah seorang gelandang Barcelona yang paling produktif dalam mencetak gol dan salah satu gelandang terbaik.

Hingga sekarang, gelandang asal Brazil ini tercatat sebagai salah satu top skorer sepanjang masa Barcelona.

Berperan sebagai seorang gelandang menyerang yang mendukung Patrick Kluivert sebagai striker utama, Rivaldo kerap menciptakan berbagai gol-gol indah.

Bersama Barcelona, pemain ini mampu meraih dua titel La Liga judi online dan satu penghargaan Ballon d’Or.

Luis Suarez Miramontes

Luis Suarez adalah seorang playmaker legendaris Barcelona yang bermain dari tahun 1955 hingga 1961.

Pemain Spanyol ini dinilai memiliki gaya bermain yang sangat elegan dan indah.

Gaya bermainnya sebagai seorang playmaker yang sangat konstruktif dan terencana membuatnya dijuluki sebagai “Sang Arsitek.”

Suarez membawa Barcelona dua kali menjuarai La Liga.

Ia juga membawa Spanyol menjadi juara Euro 1964 dan memenangkan penghargaan Ballon d’Or tahun 1960.

Johan Cruyff

Johan Cruyff adalah salah satu pemain paling jenius yang pernah lahir di dunia sepakbola.

Walaupun lebih dikenal karena kesuksesannya sebagai pemain Ajax Amsterdam, ia juga sempat menjalani karir selama lima tahun sebagai pemain Barcelona.

Cruyff juga dianggap lebih sukses ketika berperan sebagai pelatih daripada sebagai pemain Barcelona.

Sebagai pemain, Cruyff hanya membawa Barcelona satu kali menjuarai La Liga. Sebagai pelatih, ia mampu mempersembahkan empat gelar La Liga, satu trofi Liga Champions, dan satu trofi UEFA Super Cup untuk El Barca.

Iniesta

Kreatif, tajam, dan berbahaya.

Iniesta adalah seorang gelandang yang menjadi arsitek taktik “tiki-taka” yang dikembangkan oleh Barcelona.

Pemain asli akademi La Masia ini juga membuat El Barca menjadi salah satu skuad terkuat di Eropa.

Bersama dengan Xavi Hernandez dan Lionel Messi, Iniesta menyajikan gaya bermain ofensif yang sangat indah.

Ia juga membawa klub ini memenangi enam gelar La Liga, tiga trofi Liga Champions, dan empat kali terpilih sebagai gelandang La Liga terbaik.

Pep Guardiola

Guardiola adalah seorang gelandang bertahan yang bermain untuk El Barca selama sebelas tahun dan termasuk Gelandang Barcelona Terbaik, dari tahun 1990 hingga 2001.

Ia merupakan salah satu pemain yang diproyeksikan sebagai bagian dari “dream team” yang dibentuk oleh pelatih Johan Cruyff di awal tahun 90-an.

Sebagai pemain, Pep sudah memenangkan enam gelar La Liga dan satu trofi Liga Champions.

Catatannya sebagai pelatih Barcelona juga tak kalah hebat, di mana ia membawa El Barca menjuarai tiga gelar La Liga, dua gelar Liga Champions, dan dua gelar Piala Dunia Antarklub.

Xavi Hernandez

Titel gelandang terbaik Barcelona sepanjang masa tampaknya sangat pantas diberikan pada Xavi Hernandez.

Xavi sudah bergabung dengan akademi sepakbola Barcelona sejak berusia 11 tahun, dan di tahun 1998 ia mendapatkan kesempatan pertamanya bermain untuk klub ini.

Hingga sekarang, ia menjadi pemain dengan catatan penampilan terbanyak di Barcelona sepanjang masa.

Selain tujuh gelar La Liga dan tiga trofi Liga Champions yang ia persembahkan untuk El Barca, Xavi juga memenangkan dua gelar juara Euro dan satu gelar juara Piala Dunia bersama tim nasional Spanyol.

Sebagai seorang playmaker, Xavi memiliki kreativitas yang tinggi, umpan-umpan akurat, dan ahli dalam mengeksekusi sepak pojok maupun tendangan bebas.