Kualifikasi Piala Dunia 2022: Pengeroyokan suporter Indonesia di Malaysia

Yovan Restu, 23 tahun, menjadi korban pengeroyokan suporter Malaysia. Dia mengisahkan malam mencekam dalam insiden di kualifikasi piala dunia 2022.

suporter indonesia di keroyok di malaysia kualifikasi piala dunia 2022

suporter indonesia di keroyok di malaysia kualifikasi piala dunia 2022

suporter indonesia di keroyok di malaysia kualifikasi piala dunia 2022
suporter indonesia di keroyok di malaysia kualifikasi piala dunia 2022

Kualifikasi Piala Dunia 2022 – Yovan Restu, 23 tahun, menjadi korban pengeroyokan suporter Malaysia. Dia mengisahkan malam mencekam dalam insiden malam itu.

Yovan, seorang pria dari Padang, datang langsung ke Kuala Lumpur untuk mendukung Timnas Indonesia melawan Malaysia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022. Laga tersebut berlangsung di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa (19/11/2019) malam waktu setempat.

Dia relaks saat tiba di Negeri Jiran, sehari sebelum pertandingan, Senin (18/11/2019). Bahkan, dia sempat pergi makan bersama teman-temannya di daerah Bukit Bintang.

Usai makan itulah petaka menghampirinya. Yovan berpisah dengan rombongan suporter Indonesia lainnya setelah menyantap hidangan.

Dia tak sendirian sih. Yovan berdua dengan Fuad, teman dari Jakarta, untuk kembali ke penginapan yang juga berada di kawasan Bukit Bintang.

Kedua pria itu memesan taksi online. Saat taksi datang sekitar pukul 02.00 malam, Yovan dan Fuad diadang gerombolan suporter Malaysia. Fuad sudah masuk ke taksi, namun Yovan belum sempat masuk lantaran sudah lebih dulu ditarik pengadang. Fuad refleks ke luar dari taksi.

Mereka berdua lalu diminta untuk berbahasa Melayu. Yovan dan Fuad hanya diam karena tak bisa bicara bahasa ibu negara setempat.

Kelompok suporter ini lantas meminta keduanya ikut ke sebuah tempat. Yovan dan temannya menolak, karena penolakan itu keduanya dipukuli dan diseret.

“Mereka tanya saya asal mana, saya diam. Terus mereka suruh bahasa Melayu, tapi masih diam karena saya tidak bisa,” ujar Yovan dalam sambungan telepon kepada detikSport, Sabtu (23/11/2019).

“Setelah itu, kami ditarik mau dibawa ke suatu tempat. Kami menolak karena kalau dibawa, khawatir keselamatan. Jumlah mereka belasan. Kami dipukuli karena coba melawan,” dia menambahkan.

“Saya sempat tidak sadar diapain lagi karena roboh setelah dipukuli. Teman saya cerita tasnya dirampas, isinya barang berharga, paspor, uang, handphone,” Yovan menambahkan.

Pengeroyokan terjadi sekitar hampir setengah jam. Yovan dan Fuad kemudian menyelamatkan diri dengan pergi ke penginapan kawan lainnya yang juga di Bukit Bintang.

Yovan kemudian membagikan info ke teman-teman lainnya lewat handphone yang selamat. Ada pula kawannya yang asal Malaysia ikut membantu untuk ke rumah sakit dan bikin laporan ke pihak polisi setempat.

“Handphone saya untung selamat. Lalu saya kontak kawan-kawan lainnya. Ada juga teman dari Malaysia yang bantu untuk tanggung biaya rumah sakit. Saya cuma kehilangan uang, sedangkan Fuad hilang dokumen (paspor) dan besoknya kami langsung urus ke KBRI di Malaysia,” ujar Fuad.

Karena harus mengurus dokumen, Yovan dan Fuad tak punya waktu ke stadion untuk mendukung Indonesia. Berkas untuk kepulangan Fuad baru tuntas pada Rabu siang waktu setempat.

“Saya sampai di Padang pada Rabu siang setelah urusan Fuad selesai. Sampai sekarang, saya masih menunggu kelanjutan laporan saya ke kepolisian Malaysia,” kata Yovan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *