Kala Carlos Tevez Bikin West Ham dan Sheffield United Berseteru

Sheffield United mengumumkan hasrat mereka buat menuntut West Ham atas bayaran degradasi dari Premier League.

Liga Inggris – Laga Sheffield United vs West Ham United bukanlah derbi, big match, atau apa juga itu istilahnya. Ini hanya laga antara 2 tim papan tengah Premier League. Tetapi, ikatan keduanya pernah memanas gara- gara satu nama: Carlos Tevez.

Oke, jika mendengar nama pemain yang diucap itu, hingga kita mungkin dapat lebih mengasosiasikannya dengan Manchester United dan Manchester City. Karena, bersama 2 klub itulah Tevez mencapai bermacam gelar bergengsi.

Walaupun begitu, The Hammers- lah yang jadi pintu masuk untuk si penyerang Argentina ke tanah Inggris. Tevez tiba pada Agustus 2006, dan setelah itu, sisanya merupakan sejarah.

Tetapi permasalahannya, banyak pihak menyebut kalau semestinya Tevez tidak berlabuh di Upton Park– kandang lama West Ham–, melainkan di Bramall Lane, markas Sheffield United. Sebab pada waktu itu, Tevez memanglah lebih dekat dengan The Blades.

Jadi, ibaratnya, Sheffield kena tikung. West Ham kesimpulannya diberi aksi tegas sebab transfer Tevez bersama Javier Mascherano itu diputuskan melanggar ketentuan Premier League atas kepemilikan pemain pihak ketiga.

Artinya, meski main buat West Ham, namun Tevez dan Mascherano tidaklah milik West Ham. Keduanya terikat kontrak dengan perusahaan bernama Media Sports Investment milik pengusaha bernama Kia Joorabchian.

Pada 2 Maret 2007, Premier League memutuskan kalau West Ham sudah melanggar ketentuan B13 dan U18. Apa itu?

B13:” Dalam semua hal dan transaksi yang berkaitan dengan liga, masing- masing klub wajib menghormati satu sama lain dan liga dengan iktikad baik sepenuhnya.”

U18:” Tidak terdapat klub yang boleh menandatangani kontrak yang mengizinkan pihak mana juga dalam kontrak itu untuk mendapatkan kemampuan yang secara material memengaruhi kebijakannya atau kinerja timnya dalam pertandingan liga ataupun dalam kompetisi( lainnya) apa pun.”

Pada 27 April 2007, West Ham menerima denda 5, 5 juta pounsterling, namun dibebaskan dari pengurangan poin sehabis mereka mengaku bersalah melanggar ketentuan Premier League.

Vonis itu pula menyoal kewenangan Premier League yang sebenarnya dapat saja memutuskan Tevez tidak boleh bermain di sisa laga masa 2006/ 07, namun kesimpulannya boleh. Inilah yang setelah itu juga jadi perkara lain.

Pada 13 Mei 2007, minggu terakhir Premier League musim itu diselenggarakan. Kondisinya, Sheffield serta West Ham lagi bersaing buat lolos dari degradasi. Mereka masing- masing menghuni peringkat 16 serta 17, dengan poin sama, tetapi Sheffield unggul selisih gol.

Nah, West Ham sukses lolos dari degradasi usai mengalahkan Manchester United di Old Trafford dengan skor 1- 0. Tevez- lah si pencetak gol tunggal di laga itu. Sedangkan di laga lain, Sheffield kalah 1- 2 dari Wigan Athletic di kandang sendiri.

Perkaranya di mana? Well, andai Tevez enggak ada, hingga bisa jadi West Ham- lah yang bakal degradasi.

Ataupun dalam pengandaian lain, andai Tevez yang total mencetak 7 berhasil di masa itu bergabung dengan Sheffield, hingga Sheffield dapat jadi enggak degradasi.

Pada 16 Agustus 2007, Sheffield United mengumumkan hasrat mereka buat menuntut West Ham atas bayaran degradasi dari Premier League.

Lebih dari setahun berselang, tepatnya 23 September 2008, persidangan arbitrase independen menunjang Sheffield United dalam klaim kompensasi mereka dari West Ham.

Tetapi, permasalahannya baru berakhir pada 16 Maret 2009, di mana West Ham serta Sheffield United menggapai penyelesaian di luar majelis hukum buat mengakhiri perselisihan mereka atas transfer Tevez.

Ada- ada saja permasalahan West Ham United serta Sheffield United ini. Di mana pun berada, kedatangan Carlos Tevez berpotensi memicu polemik.

Judi online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *