June 6, 2020

Seputar Informasi berita, teknik, artis, olahraga Indonesia dan Dunia

Generalchat – Merilis informasi terbaru tentang dunia International, Dunia Bola, hiburan, artis, gadget, MotoGP, Formula 1, teknik

Direktur Kepelatihan BAM Soroti Atlet yang Gemar Lakukan judi online di Tengah Pandemi COVID-19

Direktur Kepelatihan BAM Soroti Atlet yang Gemar Lakukan judi online

Generalchat.org – Direktur Pelatih BAM, Wong Choong Hann, menyebut bahwa pihaknya terus memantau para atletnya yang melakukan judi online.

Direktur Kepelatihan Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM), Wong Choong Hann, menyebut terdapat beberapa atletnya yang terindikasi melakukan perjudian online.

Choong Hann mengaku pihak BAM akan terus mengawasi semua pemain mereka dan tidak akan menyerah bermain judi online di tengah pandemi COVID-19.

Mantan pemain tunggal putra Malaysia itu mengatakan, penting untuk menegakkan integritas, terlebih lagi dalam masa-masa sulit.

“Saya benar-benar setuju dengan Anda. Ini adalah topik yang akan dibicarakan bersama para pelatih dan pemain,” kata Choong Hann

“Berjudi di permainan kasino, seperti mesin poker atau mesin slot online, dan pengaturan pertandingan adalah dua hal yang sangat berbeda, tetapi pada prinsipnya BAM menentang semuanya.”

Choong Hann juga menyebut para atlenya seharusnya mengetahui tentang konsekuensi yang mereka hadapi jika tertangkap.

“Yang lebih penting, alih-alih menanamkan rasa takut, kita perlu mendidik para pemain kami,” ujarnya lagi.

Choong Han menilai seharusnya para atlet mengisi waktu luang dengan baik.

Mereka harus fokus pada apa tujuan sebenarnya yang mereka inginkan sebagai atlet profesional.

“Maka kita tidak perlu khawatir tentang mereka yang terlibat dalam kegiatan seperti itu,” ungkapnya menambahkan.

Mantan pebulu tangkis ranking satu dunia itu juga mengaku kerap mendapati kasus para atlet yang terlibat dengan masalah utang dan judi.

“Ya, para pemain ini memang sedikit tergelincir tetapi mereka juga menyadarinya,” ucap Choong Hann.

“Dan karena mereka mempelajarinya dengan cara yang sulit, mereka tidak akan kembali. Peluangnya sangat rendah.”

Meski begitu, pihaknya berkomitmen akan berada di garda terdepan untuk membangun atlet yang berintegritas.

“Ketika mereka dapat melihat keindahan dari artinya, mereka tidak akan tergoda untuk mengambil kebiasaan yang mungkin akan menghancurkan karier mereka,” tambah Choong Hann.